Yunita Kirnawati

Guru SMA Negeri 1 Tanjungpinang...

Selengkapnya

ADAT MUDA MENAHAN RINDU ADAT TUA MENAHAN RAGAM (Tantangan hari ke 1) TantanganGurusiana

Tulisan ini meluncur karena teringat nasehat emak. Dulu, waktu saya remaja rasanya emak terlalu jadul, terlalu banyak larangan, terlalu banyak pantangan. Apalagi kalau emak sudah berkata, "anak gadis tak boleh begitu... bla bla bla bla". Sampai memilih kawanpun emak punya hak suara.

Begitulah emak. Beliau sangat sayang pada saya. Padahal beliau bukan ibu kandung, tapi nenek (dari ibu). Emak tidak ingin terjadi suatu hal yang tidak baik kepada saya. Mungkin karena saya cucu pertama. Kata orang sayang kepada cucu berlebih daripada sayang kepada anak sendiri. Wallahu a'lam. Semua hal tidak luput dari perhatian emak. Emak ingin saya menjadi wanita seperti Bundo Kanduang. Wanita mandiri yang hidup bersahaja.

Kembali pada kata judul, masa muda saya tidak seperti gadis2 lain yang bebas minta pada orang tua untuk beli ini dan itu, makan di restoran sana atau sini, pergi jalan - jalan kesana kemari.

Emak lebih suka menjahitkan pakaian daripada membeli yang sudah jadi (kebetulan emak pandai menjahit). Emak lebih suka memasak makanan favorit saya daripada membiarkan saya duduk berleha2 di restoran karena menurut emak hal itu tidak bermanfaat. Memasak sendiri tentu saja lebih hemat dan lebih sehat dari pada beli makanan jadi. Terkadang saya rindu juga seperti gadis2 lainnya duduk bersenda gurau sambil makan di restoran.

Itulah yang saya maksud dengan adat muda menahan rindu tadi. Saya mesti menahan banyak keinginan. Agar tua nanti tidak menyesal. Jika masa muda dihabiskan dengan berleha-leha dan berfoya-foya, pada saat tua nanti akan sengsara (begitu kata emak).

Saya bersyukur dianugerahkan emak seperti beliau karena di usia sekarang saya merasakan betapa nyamannya saya karena didikan beliau yang saya anggap jadul itu.

#TantanganGurusiana

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

search